Semua Berawal dari Rumah
Firdha Lystia Utami, M.Psi, Psikolog
Psikolog · MI Ilham 1
Intisari
“Mengapa ada anak yang sudah "siap tempur" di kelas jam 7 pagi, sementara yang lain masih mengantuk dan tanpa inisiatif? Kisah Fulan dan Fulana ini akan membuka mata kita tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu rumah sebelum sekolah dimulai.”
Ini adalah kisah Fulan, anak dengan usia 7 tahun. Sedari kecil Fulan terbiasa melihat orangtuanya bangun subuh, ayahnya berangkat ke mesjid dan ibunya solat di rumah. Fulan juga sudah diajarkan dan dibiasakan untuk membereskan tempat tidurnya sendiri. Ayah dan ibunya bersama-sama menyiapkan sarapan sederhana dan seringkali Fulan ikut membantu cuci piring setelah sarapan. Jam 6.30 Fulan sudah siap berangkat sekolah. Berbeda dengan Fulana. Ia, orangtua dan kakaknya terbiasa tidur larut malam. Fulana jarang melihat keluarganya melaksanakan shalat subuh. Seringkali keluarganya bangun saat jam mendekati pukul 6, sehingga ayah dan kakaknya terburu-buru mandi dan berangkat tanpa sarapan. Ibu Fulana yang menyiapkan sarapan dan menyuapinya. Sebelum berangkat sang ibu akan mengecek isi tas Fulana dan menyiapkan segala keperluan sekolahnya. Fulana seringkali tampak mengantuk dan malas saat hendak berangkat ke sekolah. Apa yang akan terjadi saat Fulan dan Fulana memasuki jam belajar di sekolah? Kemungkinan besar Fulan akan bisa duduk tenang karena sedari pagi tubuh dan pikirannya sudah terstimulasi oleh kegiatan positif; sholat subuh dan berinteraksi dengan kedua orangtuanya. Fulan juga gemar membantu temannya saat kegiatan piket kelas ataupun membantu guru saat membawa buku-buku tugas. Kemungkinan besar yang lain, Fulana akan terlihat lesu dan kurang bersemangat saat di kelas karena waktu tidur malamnya selalu kurang. Ia juga kurang inisiatif saat guru memberikan tugas karena terbiasa selalu dibantu oleh ibunya. Fulana seringkali tidak membawa buku pelajaran dan menjawab “tidak tahu” saat guru menanyakan alasannya. Kesiapan anak saat belajar di sekolah sangat dipengaruhi dengan keadaan di rumahnya. Anak yang terbiasa bangun pagi, terbiasa membantu orangtua dan terbiasa mandiri menyiapkan kebutuhan sekolah akan lebih siap belajar dibandingkan anak yang sering begadang, bangun tidur malas-malasan dan tidak terbiasa mandiri menyiapkan kebutuhannya sendiri. Jadi betapa pentingnya peran orangtua dalam membentuk kebiasaan positif di rumah sehingga anak bisa lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran di sekolah. Semoga Allah selalu mudahkan para orangtua untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya, aamiin.
MI ILHAM 1 · KOLOM INSPIRASI